Kamis, 13 Oktober 2016

GG


Konsep/Penjelasan Teknis
1.       Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih.
2.       Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.
3.       Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi.
4.       Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pola kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.
5.       Punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja adalah keadaan dari seseorang yang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu yang lalu sementara tidak bekerja karena berbagai sebab, seperti: sakit, cuti, menunggu panenan, mogok dan sebagainya. 
Contoh:
a.       Pekerja tetap, pegawai pemerintah/swasta yang sedang tidak bekerja karena cuti, sakit, mogok, mangkir, mesin/ peralatan perusahaan mengalami kerusakan, dan sebagainya.
b.       Petani yang mengusahakan tanah pertanian dan sedang tidak bekerja karena alasan sakit atau menunggu pekerjaan berikutnya (menunggu panen atau musim hujan untuk menggarap sawah).
c.       Pekerja profesional (mempunyai keahlian tertentu/khusus) yang sedang tidak bekerja karena sakit, menunggu pekerjaan berikutnya/pesanan dan sebagainya. Seperti dalang, tukang cukur, tukang pijat, dukun, penyanyi komersial dan sebagainya

1.       Frekuensi Data
Tahun
Frekuensi Pengangguran
2012
50%
2013
30%
2014
11%
2015
9%

2.       Statistik dalam bentuk diagram Histogram


3.       Statistik dalam bentuk Pie Chart








4.       Statistik dalam bentuk Kurva Ogive




Senin, 20 Juni 2016

Ragam Bahasa

A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. 
     B.  Macam – macam ragam bahasa

1.    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980). Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
          a) Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur  di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Ciri-ciri ragam lisan :
1    -  Memerlukan orang kedua/teman bicara;
2    - Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
      -Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
            - Berlangsung cepat;
            -  Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
            - Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
     -Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
    Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
     b) Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1    -Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
2     - Tidak terikat ruang dan waktu
3.      Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
4.       Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
5.      Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
6.      Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
7.      Berlangsung lambat
8.      Memerlukan alat bantu


2.      Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur

a.       Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b.      Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c.       Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku dipakai dalam :
1.        Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
2.        Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat.
3.        Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
4.        Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.

3.      Ragam Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.

BAB II
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan bahasa baku tulis. Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan Ejaan bahasa yang telah Disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam bahasa lisan diharapkan para warga negara Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan sebagaimana pedoman yang ada.
           B. Saran
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita semua mempelajari ragam bahasa yang kita miliki, kemudian mempelajari dan mengambil hal-hal yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita pakai untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.



                                
DAFTAR PUSTAKA

·         Alwi, Hasan, dkk. 1998. Tata Baku Bahasa Indonesia  Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
·         Effendi, S. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya.
·         Sabariyanto, Dirgo.1999. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Rabu, 13 Januari 2016

Cara Membuat Efek Salju Berjatuhan di Blog

Mungkin kalian pernah berkunjung pada sebuah blog dan melihat ada salju yang turun dari atas layar. Salju terus turun tanpa habisnya dan memberikan kesan indah saat dilihat. Akhirnya terselubung dalam benak kalian ingin membuat hal yang sama juga, tetapi tidak tau bagaimana cara membuatnya.

Fungsi dari penambahan salju di blog ini adalah untuk menampilkan kesan indah dan keren pada blog sehingga akhirnya membuat para pengunjung betah. 

Tutorial membuat efek hujan salju ini saya buat menjadi 2 cara, silahkan pilih salah satu yang kalian anggap mudah.

Kode yang digunakan :

<script src='http://yourjavascript.com/1171704334/efek-salju-faisal.js' type='text/javascript'/>

Keterangan : Silahkan kalian copy kode diatas, nanti akan digunakan pada cara pertama maupun cara kedua.

Cara Pertama :

  • Masuk ke akun blogger kalian masing-masing.
  • Pilih menu Tata Letak lalu klik  Tambahkan Gadget.
  • Kemudian pilih widget HTML/JavaScript.
  • Setelah itu masukkan kode yang telah saya sediakan diatas ke dalam kotak yang tersedia.
  • Terakhir, klik Simpan.

Cara Kedua :

  • Pastikan juga kalian sudah masuk akun blogger.
  • Pilih menu Template lalu klik Edit HTML.
  • Cari kode </body> (untuk mempermudah mencari kode silahkan gunakan fungsi pencarian dengan menekan tombol keyboard Ctrl+F).
  • Jika sudah ketemu, silahkan taruh kode yang telah dicopy tepat diatas kode </body>
  • Terakhir, klik Simpan Template.

Lihat Hasilnya di Blog Anda .

Cara Membuat Judul Blog Bergerak atau Berjalan

Judul merupakan hal yang paling penting dari Blog. Tanpa judul, blog itu seperti tidak memiliki identitas. Saat pertama membuat blog kita sudah diharuskan memberi nama atau judul.

Judul blog ternyata juga dapat kita beri sedikit modifikasi untuk memperkerennya. Kali ini saya akan menjelaskan "Cara Membuat Title Blog Berjalan". Cara ini akan sangat efektif jika diterapkan pada blog yang memiliki nama lumayan panjang.

Script yang digunakan 

<script type='text/javascript'> //<![CDATA[ msg = "Selamat Datang di Blog Zombie"; msg = " | " + msg;pos = 0; function scrollMSG() { document.title = msg.substring(pos, msg.length) + msg.substring(0, pos); pos++; if (pos > msg.length) pos = 0 window.setTimeout("scrollMSG()",100); } scrollMSG(); //]]> </script>
Keterangan : 
- Tulisan yang berwarna merah bisa diubah sesuai kalimat/judul blog yang nanti akan Anda tampilkan.
- Angka yang berwarna biru bisa Anda ubah sesuai dengan kecepatan judul blog berjalan. Semakin kecil angka, semakin cepat judul berjalan. Semakin besar angka, semakin lambat judul berjalan.

Cara Membuat Judul Blog Berjalan

  • Masuk ke dashboad blogger.
  • Pilih menu Template lalu pilih Edit HTML.
    template edit html
  • Cari kode <head> (biasanya terdapat dibagian atas)
  • Copy script yang telah disediakan diatas, lalu paste script tersebut tepat dibawah kode <head>
  • Terakhir klik Simpan Template.
Dan Lihat Hasilnya .

Cara Mudah Merubah Tampilan Cursor Mouse di Blog

Mouse pointer atau penunjuk mouse adalah tanda yang menyatakan posisi mouse pada layar. Umumnya berbentuk tanda panah akan tetapi bisa diubah sesuai keinginan. Untuk itu pada postingan kali ini saya akan membagikan cara mudah merubah pointer atau cursor mouse pada Blog anda. Cursor mouse merupakan salah satu bagian penting pada Blog, karena merupakan bagian yang paling sering mendapat perhatian dari pengunjung. Dengan merubah kursornya dengan tampilan yang lebih unik tentunya Blog anda akan terlihat lebih menarik. Jika anda tertarik untuk mengganti kursor pada Blog anda, silakan ikuti tutorialnya dibawah,

Langkah-langkah:
  • Kunjungi situs www.cursors-4u.com.
  • Disana anda akan disugukan banyak contoh dari kursornya.
  • Anda dapat memilih berdasarkan kategori yang ada.
kategori kursor

  • Silakan anda pilih salah satu gambar yang anda ingin gunakan pada Blog anda.
pocketball kursor
  • Jika anda telah menentukan kursor mana yang akan anda gunakan, klik gambar tersebut untuk mendapatkan kode dari kursornya.
  • Sekarang copy kode yang diberikan untuk kursor yang telah anda pilih. (Option #1 - Universal CSS/HTML Code)
copy kode kursor

  • Nah anda sekarang telah mendapatkan kodenya.
  • Untuk memasangnya di Blog anda, Pilih Tata Letak >> Tambahkan Gadget >> HTML/Javascript.
  • Isikan konten dengan kode yang sebelumnya telah anda copy.
  • Jika sudah klik "Simpan".

Sekarang anda akan menemukan perubahan yang terjadi pada cursor mouse yang ada Blog anda.

Bahaya Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya, istilah narkoba ini sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba tersebut, oleh karena itulah saya dalam situs yang ini ingin sekali berbagi pengetahuan tentang bahaya narkoba. Di samping memberikan informasi-informasi tentang pengobatan herbal  situs ini juga ingin berbagi tentang informasi kesehatan lainnya yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca, seperti informasi tentang bahaya narkoba yang akan kita bahas sekarang.

1) Bahaya narkoba terhadap fisik
  • Gangguan pada system syaraf (neurologis)
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler)
  • Gangguan pada kulit (dermatologis)
  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner)
  • Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  • Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
  • Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
2) Bahaya narkoba terhadap psikologi
  • Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah
  • Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  • Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
3) Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial
  • Gangguan mental
  • Anti-sosial dan asusila
  • Dikucilkan oleh lingkungan
  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  • Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram .

Rabu, 23 Desember 2015

Chord Gitar Thinking Of Loud ( Dasar )

Intro : C Am F G

C          Am                   
 When your legs don't work
          F              G
Like they used to before
C            Am
 And I can't sweep you off
          F    G
of your feet
C          Am                   
 Will your mouth still remember
    F               G
The taste of my love
C          Am         
 Will your eyes still smile
F               G
From your cheeks
                       
            C   Am
And darling I will
           F    G
be loving you 'til
             C  Am  F  G
we're seventy
          C   Am
And baby my heart
                  F   G
could still fall as hard
           C    Am
at twenty-three..
F                 G
And I'm thinking 'bout how

Dm                       G        C
People fall in love in mysterious ways
Dm                        G
Maybe just the touch of a hand
     Dm                            G         Am
Well me I fall in love with you every single day
    Dm                      G  G-G-G-G
And I just wanna tell you I am..

         C    Am  F
So honey now
        G                C   Am  F
Take me into your loving arms
        G                    C           Am  F
Kiss me under the light of a thousand stars
           G                  C     Am
Place your head on my beating heart
             F     G
I'm thinking out loud
          Am  G     F    C     F     G  C
And maybe we  found love right where we are

C        Am
 When my hairs all but gone
  F              G
and my memory fades
C        Am                         F  G
 And the crowds don't remember my name
C        Am          F                    G
 When my hands don't play the strings the same way
C       Am                        F    G
mmm I know you will still love me the same

              C   Am
Cause honey your soul
            F    G
could never grow old
              C  Am  F  G
it's evergreen
           C    Am
And baby your smile's
         F     G            C  Am  F
forever in my mind and memory
              G
I'm thinking 'bout how

Dm                       G        C
People fall in love in mysterious ways
    Dm                       G
And maybe it's all part of a plan
     Dm                           G     Am
Well I'll just keep on making the same mistakes
Dm                       G  G-G-G-G
Hoping that you'll understand

          C    Am F
That baby now, oooooh
        G                C   Am  F
Take me into your loving arms
        G                    C           Am  F
Kiss me under the light of a thousand stars
           G                  C     Am
Place your head on my beating heart
             F     G
I'm thinking out loud
           Am  G     F    C     F     G  C
That maybe we  found love right where we are, oh oh

Int. C Am F G (4x)

        C   Am F
So baby now...
        G                C   Am  F
Take me into your loving arms
        G                    C           Am    F
Kiss me under the light of a thousand stars oh darlin'
           G                  C     Am
Place your head on my beating heart
             F     G
I'm thinking out loud

           Am  G     F    C     F     G  C
That maybe we  found love right where we are
         Am  G     F    C     F     G  C
And baby we  found love right where we are
    Am  G     F    C     F        C
And we  found love right where we are